Pantai Selatan Berpotensi Gempa Bumi Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 M, Begini Respons Jatim 

Minggu, 6 Juni 2021 03:09 WIB

Share
Pantai Selatan Berpotensi Gempa Bumi Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 M, Begini Respons Jatim 
Ilustrasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, karya Ndas Endasto. /Instagram.com/@ndas.endasto

INFO BUMN - Pemerintah Provensi Jawa Timur menanggapinya dengan serius peringatan potensi gempa bumi dan tsunami dari BMKG.

Hal ini merespon kekhawatiran masyarakat terkait informasi potensi terjadinya gempabumi dengan kekuatan besar dan tsunami.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa juga langsung mengadakan rapat koordina menyikapi riset tentang potensi gempa bumi dan tsunami di Selatan Pantai Jawa Timur.

Dia melakukan pertemuan dengan beberapa pakar Geologi serta intastasi terkait merespon informasi bencana tersebut.

Dikutip INFO BUMN dari laman resmi BMKG,  Minggu, 6 Juni, 2021, BMKG menyampaikan informasi soal potensi terjadinya gempabumi.

Yaitu dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur yang dilansir oleh beberapa media online.

Terjait hal tersebut juga menyampaikan empat poin penting yang dimaksudkan agar informasi tersebut tidak simpang siur, yaitu.

1.     Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

2.     Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.

3.     Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk "Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. 

Halaman
1 2
Reporter: Admin Info Bumn
Editor: Admin Info Bumn
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar