Manajemen BUMN Harus Siap Dicopot, Jika Tak Sejalan dengan Core Values Ahlak dan GCG 

Selasa, 8 Juni 2021 09:59 WIB

Share
Manajemen BUMN Harus Siap Dicopot, Jika Tak Sejalan dengan Core Values Ahlak dan GCG 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. /Instagram.com/@kementerianbumn

INFO BUMN - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan manajemen BUMN  harus menjadi yang terbaik agar punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia.

Setiap Direksi dan Komisaris tidak hanya siap diangkat, tapi harus siap belajar dan bertransformasi untuk punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia.

"Juga siap dicopot jika tidak memenuhi KPI (Key Performance Index) serta tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG (Good Corporate Governance),” kata Erick Thohir.

Menteri Erick menyampaikan hal itu saat mengumumkan pembentukan BUMN Leadership and Management Institute (BLMI) yang siap membangun pemimpin BUMN berkelas dunia.

“Upaya transformasi yang dicanangkan Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berkelas dunia, tidak mungkin terjadi tanpa transformasi human capitalnya."

"Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, tetapi terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan, yaitu BUMN Leadership and Management Institute,” ujar Erick Thohir, Senin, 7 Juni 2021.

Erick berharap ini menjadi keseriusan bersama yang terus dijaga, mengingat tuntutan ke depan untuk berkompetisi sangat tinggi di tengah perubahan dan pasar yang semakin terbuka.

BLMI akan menjadi sebuah pusat riset, inovasi, kolaborasi, serta pengembangan manajemen dan kepemimpinan di seluruh klaster BUMN, guna membangun kapabilitas kepemimpinan di BUMN.

Kementerian BUMN telah menunjuk Mandiri Corporate University sebagai koordinator, untuk bersinergi dengan corporate university dari Telkom, Pertamina, dan WIKA.*

Reporter: Admin Info Bumn
Editor: Admin Info Bumn
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar