Siaga Mencegah Fase Genting

Rabu, 16 Juni 2021 09:07 WIB

Share
Siaga Mencegah Fase Genting
Ilustrasi "Sental-sentil". /Dok. Pos Kota/Kartunis Ucha

INFO BUMN - Segala potensi dan kekuatan dikerahkan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta. Segala upaya secara besama-sama harus dilakukan untuk mencegah Jakarta memasuki fase genting.

Ini sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bahwa Ibukota memasuki fase genting, jika penyebaran kasus tidak terkendali.

Maknanya Jakarta tidak akan menjadi genting, jika angka penambahan kasus positif dapat ditekan seminim mungkin.

Jika saat ini penambahan kasus positif mencapai angka 2.700, dapat ditekan menjadi di bawah 1.000 kasus. Dan, secara bertahap menjadi puluhan hingga nol kasus.
 
Itulah sebabnya perhatian ekstra wajib dilakukan dengan menggalang kerja sama, kolaborasi antar-instansi untuk lebih mendisiplinkan warga masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes).

Instansi pemerintah saja tidaklah cukup, perlu kontribusi semua pihak, baik pengusaha, para tokoh di level mana pun. Dan, warga masyarakat sebagai garda terdepan mencegah penyebaran Covid.

Kerja bersama mulai terlihat hasilnya. Penambahan kasus positif di Jakarta menurun drastis pada Selasa, 15 Juni 2021 hanya sebanyak 1.502 dari sehari sebelumnya 2.722.

Secara nasional angka positif  bertambah 8.161 kasus, terbanyak disumbang Jawa Barat 1.793, Jawa Tengah 1.658 dan DKI Jakarta menempati posisi ketiga.

Meski begitu Jakarta tidak boleh terlena. Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat ancaman masih berada di depan mata, sebagaimana prediksi kenaikan kasus akan terjadi hingga akhir bulan ini.

Bila perlu kewaspadaan ditingkatkan ke level siaga sebagaimana ketika menghadapi peringatan bencana. 

Dengan kesiagaan, upaya tindakan pencegahan dan penegakan hukum akan lebih menyeluruh, pengerahan kekuatan sumber daya dapat lebih dimaksimalkan untuk mencegah fase genting.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar