Penipuan Menjerat CEO BBC Senilai Rp20 Miliar, Deviden Korban Dikelola dengan Janji Bunga Tinggi

Selasa, 29 Juni 2021 16:56 WIB

Share
Penipuan Menjerat CEO BBC Senilai Rp20 Miliar, Deviden Korban Dikelola dengan Janji Bunga Tinggi
CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusum. /Instagram.com/@timothytandiokusuma

INFO BUMN - Sidang kasus penipuan senilai Rp20 Miliar yang menjerat CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusuma kembali digelar di PN Tangerang, Rabu 23 Juni 2021.

Dalam sidang kali ini, Kuasa Hukum terdakwa, Sumarso, SH, MH menyampaikan pembelaannya terkait replik yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum pada persidangan tanggal 16 Juni 2021 lalu.

Dalam kesempatan itu, Sumarso menanggapi tudingan JPU yang menyebut pihaknya mencampuradukkan permasalahn pidana dengan perdata sesuai Peraturan Mahkamah Agung RI No.1 Tahun 1956.

Menurutnya, pendapat JPU itu adalah hal yang keliru karena adanya proses hukum pidana dalam waktu yang bersamaan ada proses perdata.

“Ketentuan tersebut, berkaitan, adanya proses hukum pidana dalam waktu yang bersamaan ada proses perdata dan salah satu perkaranya agar dihentikan lebih dulu menunggu putusan perdata atau yang dikenal dengan perselisihan Pra Yudisial,” jelas Sumarso dalam surat pembelaannya.

Ia melanjutkan, pihaknya mengakui bahwa apa yang didakwakan oleh JPU, memang terbukti. Namun perkara tersebut bukan merupakan perbuatan pidana.

Karena itu ia meminta hakim agar terdakwa dilepaskan dari dakwaan dan tuntutan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 191 ayat (2) KUHP.

“Alasan yang mendasari apa yang didakwakan adalah merupakan perbuatan perdata, karena dalam persidangan telah terbukti fakta-fakta adanya perjanjian, adanya sebagian prestasi dan dalam perjanjian tidak dijelaskan secara jelas, investasi yang bagaimana, kecuali, saksi SF, mendapatkan bunga, atau bagi hasil atau deviden, yang merupakan fakta-fakta perdata dan fakta tersebut bukan perbuatan pidana sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum, melanggar pasal 372 KUHP Jo, Undang-undang No.8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang,” tulis Sumarso dalam surat pembelaannya.

Ia menjelaskan, sesuai bukti-bukti yang diajukan JPU serta bukti yang juga diajukan oleh terdakwa, khususnya adanya suatu perjanjian pemberian pendanaan, atau perjanjian investasi atau perjanjian pengelolaan dana.

Ketentuannya jika saksi SF memperoleh bagi hasil atau bunga atau deviden dan dalam persidangan saksi SF mendapatkan bunganya, sehingga perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tidak termasuk dalam perbuatan pidana.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar