Penipuan Menjerat CEO BBC Senilai Rp20 Miliar, Deviden Korban Dikelola dengan Janji Bunga Tinggi

Selasa, 29 Juni 2021 16:56 WIB

Share
Penipuan Menjerat CEO BBC Senilai Rp20 Miliar, Deviden Korban Dikelola dengan Janji Bunga Tinggi
CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusum. /Instagram.com/@timothytandiokusuma

Menanggapi pembelaan kuasa hukum terdakwa, SF justru menyebut kalau hal itu mengada-ada.

Pasalnya, selama perjanjian pengelolaan dana hingga terdakwa berulah, ia mengaku belum menikmati hasil atau bunga atau deviden seperti yang disampaikan kuasa hukum terdakwa.

Ia mengakui, memang ada pembayaran bunga yang dilakukan terdakwa, namun ia tidak sempat menikmatinya karena pelaku membujuknya agar bunga atau deviden itu dikembalikan kepada Timothy dengan janji bunga yang lebih besar. 

“Kan dia (kuasa hukum terdakwa) sudah mengakui kalau yang didakwakan JPU sudah terbukti, berarti memang ada tindak pidananya kan. Tapi kalau saya disebut menikmati hasil pengelolaan dana dari terdakwa, itu pembelaan membabi buta namanya."

"Kuasa hukumnya tidak mengerti esensi kasus ini. Memang saya mendapatkan bunga sesuai perjanjian, tapi saya tidak sempat menikmatinya karena Timothy terus membujuk agar bunga itu dikelola lagi oleh dia sampai akhirnya dana kelola milik saya semakin besar. Saya sendiri berani menyerahkan bunga itu untuk dikelola kembali karena ada jaminannya. Yang jadi masalah sekarang, jaminan saya ternyata tidak menjamin keamanan dana saya,” terang SF saat dikonfirmasi.

Karena itu, SF berharap, hakim dapat memutuskan dengan bijak terkait perkara ini tanpa adanya campur tangan pihak lain.

Apalagi sampai menggiring perkara pidana ini ke ranah perdata. Demikian dikutip INFO BUMN dari Pos Kota.

Karena menurutnya, esensi perkara ini adalah tindak pidana penipuan dimana ia merasa ditipu setelah cek penjamin yang seharusnya melindungi dananya, justru tidak bisa dicairkan.

“Kalau cek penjamin itu bisa dicairkan, tentu saya tidak akan melaporkan perkara ini ke ranah pidana."

"Jadi patut dicatat kalau ini bukan soal perjanjian kelola dananya yah. Bukan masalah perdatanya. Itu beda hal,” tegas SF lagi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar