Planters Innovation Summit 2021, PTPN VIII Meraih Juara 1 untuk Kategori Sosial Inovasi

Kamis, 8 Juli 2021 09:40 WIB

Share
Planters Innovation Summit 2021, PTPN VIII Meraih Juara 1 untuk Kategori Sosial Inovasi
Holding PTPN Group menggelar Pelaksanaan Panel Judgement dan Inauguration Planters Innovation Summit (PIS) 2021. /Instagram.com/@ptpniii

INFO BUMN - Di Kategori Social Innovation, nama Tim “Oset” dari Kebun Kertamanah PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) yang diketuai oleh Dedi Kusramdani dengan anggota Asep Kustiawan, A. Dadang K, Rahmat Kurnia dan Deni Firdaus dengan judul inovasi One Step Eco Tourism “Solusi Penanganan Gangguan Usaha Perkebunan”, menjadi juara 1 (The Winner) di ajang Panel Judgement dan Inauguration Planters Innovation Summit (PIS) 2021.

Holding PTPN Group menggelar Pelaksanaan Panel Judgement dan Inauguration Planters Innovation Summit (PIS) 2021 pada hari Senin (5/7/2021).

Acara yang di hadiri” oleh Wamen I Kementrian BUMN, Direksi Holding PTPN Group, Perwakilan Direksi PTPN I – IV, Direksi Anak Perusahaan PTPN Group dan para perwakilan Millennial PTPN dimulai pukul 08.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting.

Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri I KBUMN dalam sambutannya “Teknologi harus menjadi pengembangan bisnis dalam perusahaan dan dengan adanya budaya kerja AKHLAK, Keperdulian karyawan/ti dan khususnya talent millennial harus lebih bisa ditingkatkan dengan harapannya dapat mendorong peningkatan produktivitas, bibit, pemupukan dan menurunkan biaya”

“Digitalisasi teknolgi adalah focus utama, dengan ide-ide yang sudah ada harus bisa diterapkan dan diimpelemntasikan secara konsisten” ujar Pahala dalam sambutan terakhirnya.

Perwakilan Ketua Tim “Oset”, A. Dadang K, Anggota Tim menjelaskan “Berawal dari sering terjadinya Gangguan Usaha Perkebunan berupa penggarapan lahan illegal, pembabatan bahkan pembakaran tanaman teh di Kebun Kertamanah, Tim Oset berinisiatif untuk mencari solusi yang terbaik dan saling menguntungkan (win-win solution)”

Jika bekerja degan lingkungan kondusif, tenang (tidak ada masalah) maka akan menghasilkan dan mendorong kinerja yang terbaik. Penguasaan pekerjaan menyangkut teknis sudah hal biasa bagi karyawan Kebun Kertamanah apalagi yang sudah memiliki pengalaman masa kerja lama.

Akan tetapi kerja menghadapi permasalahan non teknis seperti penjarahan dan perusakan lahan/tanaman diperlukan bukan sekedar yang ada dalam SOP (Standart Operation Prosedur).

Tim “OSET” Kebun Kertamanah mencoba merealisasikan program dan hasilnya sungguh luar biasa, dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang tersedia di setiap perkebunan berupa pemandangan yang indah, heritage, danau dan lain sebagainya.

Dengan adanya sinergitas dan kolaborasi degan masyarakat serta stakeholders lainnya ternyata memperkuat eksistensi Perkebunan.

Bukan hanya dalam mengendalikan gangguan usaha perkebunan, tapi juga peningkatan pendapatan/membuka lapangan kerja masyarakat serta pelestarian lingkungan.

“Terima kasih atas dukungan dan komitment oleh Koperasi Karyawan Kebun & Stakeholders seperti (HP2BUN, Pensiunan, Karang Taruna Desa, Pemdes, Muspika, dan lain sebagainya)." Dikutip INFO BUMN dari laman resmi Kementerian BUMN.

"Semoga “OSET” ini dapat menjadi inspirasi bagi kaum milenial khususnya dan semua insan PTPN VIII untuk peka terhadap masalah yang terjadi dan selalu berupaya mencari solusi. Dibalik keresahan pasti banyak solusi yang harus digali" Ujar Dadang 

Hal senada juga disampaikan oleh Captain Millenial PTPN VIII, M. Aulia Madjid Lubis mengatakan “Alhamdulillah pada ajang PIS 2021 Tim PTPN VIII mendapatkan juara pertama dalam bidang social innovation, hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan dimana para innovator diberikan ruang bebas untuk melakukan inovasi guna meningkatkan revenue perusahaan”

Disamping itu Planters Millenial PTPN VIII juga melakukan persiapan untuk event serupa yang akan diselenggarakan oleh Kementerian BUMN, yaitu Millennian Innovation Summit (MIS) dimana ajang bergengsi untuk memperebutkan piala inovasi yang rencananya akan digelar tahun ini. (*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar