Pabrik Gula Pradjekan dan PG Djatiroto PTPN XI Meraih Kinerja Terbaik 2021
Rabu, 14 Juli 2021 14:16 WIB
Share
Dua pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XI kembali raih kinerja terbaik tahun 2021. /Pexels.com/Adrienne Andersen

INFO BUMN - Dua pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XI kembali raih kinerja terbaik tahun 2021 Pabrik Gula PTPN Group, hal ini disampaikan Direktur Utama PTPN III (Persero) selaku Holding Perkebunan tertulis melalui surat Senin, 12 Juli 2021.

" Kami bersyukur dapat menorehkan kinerja terbaik melalui dua pabrik gula yakni PG Pradjekan dan PG Djatiroto untuk periode per awal Juli ini. Akan kami pertahankan hingga akhir giling nanti."

"Semua unit usaha saat ini tengah berupaya meningkatkan performa pabrik dengan berusaha mengoptimalkan potensi bahan baku tebu yang ada karena rendemen sebenarnya dibentuk di kebun, pencapaian rendemen menjadi salah satu kriteria kinerja selain gula produk. Manajemen juga menyampaikan terimakasih kepada Holding yang memberikan apresiasi sehingga menjaga semangat giling rekan-rekan ", ungkap R. Tulus Panduwidjaja Direktur PTPN XI di Surabaya Selasa, 13 Juli 2021.

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja berupa masing-masing 1(satu) qurban berupa sapi dengan tujuan untuk lebih meningkatkan pencapaian kinerja Pabrik Gula tersebut dan Memotivasi pabrik gula yang lain untuk mencapai sasaran kinerja 2021 disamping juga momentum yang tepat dengan perayaan hari raya Idul Adha 1442H terang Moh Abdul Ghani Direktur PTPN III (Persero) dalam suratnya. 

" Tantangan giling saat ini terutama wilayah barat adalah itensitas hujan yang cukup tinggi pada saat fase kemasakan tebu sehingga dapat menyebabkan potensi rendemen yang awalnya sudah tinggi menjadi turun. Tebu yang sudah berbunga tidak akan tambah tinggi batangnya karena sudah beralih dari fase vegetatif ke fase generatif."

"Bila kena hujan, dia akan menumbuhkan anakan baru. Sedangkan peluangnya adalah kondisi perubahan suhu yang drastis antara siang dan malam, kita menyebut nya bediding, ini akan mendukung peningkatan rendemen karena tebu akan masak bila beda suhu siang dan malam cukup signifikan. Setiap peluang akan kita optimalkan dan tantangan telah kami mitigasi resikonya sehingga ada penanganan yang tepat " , jelas Tulus lebih lanjut.

Capaian kedua pabrik gula tersebut hingga periode Senin (12/07) adalah PG Pradjekan untuk produktivitas 90,17 ton per hektar, tebu digiling 151ribu ton, rendemen 7,9 dan gula yang diproduksi sebesar 12 ribu ton.

Sedangkan PG Djatiroto untuk produktivitas sebesar 95,97 ton per hektar, tebu digiling 298ribu ton, rendemen 7,8 dan gula yang diproduksi sebesar 23 ribu ton, dikutip INFO BUMN dari laman resmi Kementerian BUMN. (*)