12 Ribu Apotek Disiapkan untuk Distribusi Obat Covid-19

Rabu, 28 Juli 2021 16:20 WIB

Share
12 Ribu Apotek Disiapkan untuk Distribusi Obat Covid-19
Menteri Kesehatan. Budi Gunadi Sadikin. /Dok. Sehatnegeriku.kemkes.go.id

INFO BUMN - Pemenuhan ketersediaan obat untuk penanganan Covid-19 menjadi perhatian pemerintah.

Selain mengimpor, perusahaan farmasi tanah air juga memproduksi obat agar tak ada lagi kelangkaan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, sejak 1 Juni sudah ada lonjakan permintaan obat untuk pasien Covid-19.

Pemerintah bersama Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi membuka keran untuk penyediaan obat Covid-19.

Caranya dengan mengimpor obat, bahan baku, maupun memperbesar kapasitas produksi.

“Namun tetap dibutuhkan waktu empat sampai enam minggu agar dapat memenuhi kebutuhan obat yang meningkat,” katanya, 26 Juli 2021.

Menurut data Kemenkes, stok nasional antibiotik Azithromycin ada 11,4 juta. Dengan 20 pabrik obat lokal yang mempronaduksi seharusnya dapat mencukupi. Namun, terkendala dengan distribusi.

Lalu antivirus Favipiravir stoknya ada 6 juta. Untuk meningkatkan jumlahnya, Kemenkes sudah mendapatkan komitmen produsen obat tanah air untuk meningkatkan produksi.

Misalnya PT Kimia Farma yang akan memaksimalkan produksi hingga 2 juta. Pada Agustus nanti pemerintah akan mengimpor 9,2 juta.

Kemudian ada perusahaan farmasi akan mengimpor 15 juta dan ada pabrik baru yang akan beroperasi untuk memproduksi obat ini.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar