Bendungan Bendo Ponorogo Masuki Tahap Impounding

Selasa, 3 Agustus 2021 10:51 WIB

Share
Pengisian air awal Bendungan Bendo, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Forkopimda Kabupaten Ponorogo. /Dok. Bumn.go.id

INFO BUMN - PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [WIKA] Konsorsium melaksanakan pengisian awal (impounding) Bendungan Bendo yang terletak di Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 3 Juli 2021.

Pengisian air awal Bendungan Bendo, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Forkopimda Kabupaten Ponorogo, antara lain; Bupati, Sugiri Sancoko, Ketua DPRD, Sunarto, Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis,  Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Muhammad Radhie Rusin, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Agus Rudyanto.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan bendungan ini,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko di sela-sela acara yang juga dihadiri oleh Konsorsium Kontraktor WIKA – Hutama Karya – Nindya Karya.

Hingga pekan pertama Agustus 2021, progress fisik Bendungan Bendo yang juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional telah mencapai 97,12%.

Dengan prosentase pembangunan yang sangat signifikan tersebut, bendungan ini, terang Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Agus Rudyanto, siap untuk digenangi.

Bendungan Bendo menurutnya dibangun dengan membendung Sungai Ngindeng dan Sungai Keyang.

Kedua sungai ini adalah anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo memiliki kapasitas tampungan sebesar 43,11 juta meter kubik. Dengan panjang 337 meter dan tinggi 74 meter, Bendungan Bendo diproyeksikan dapat memberikan manfaat irigasi sebesar 7.800 hektar, suplai air baku sebesar 370 liter/detik dan sebagai pereduksi banjir.

“Pembangunan Bendungan Bendo melalui proses panjang pembebasan tanah, sertifikasi tanah dan kita harapkan akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agus sebagaimana dilansir timesindonesia.co.id, Sabtu 31 Juli 2021.

Kepala Negara dikabarkan akan meresmikan penggunaannya pada September 2021 mendatang bersama 13 waduk/bendungan lain di Indonesia,  dikutip INFO BUMN dari laman resmi Kementerian BUMN. (*)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler