Pemasaran Digital, Resep UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Selasa, 3 Agustus 2021 08:31 WIB

Share
Pedagang UMKM. /Pexels.com/mario gaspar

INFO BUMN -  Di tengah gelombang pandemi, sektor UMKM masih mampu penunjukkan resiliensi. Survey Bank Indonesia pada Maret 2021, menemukan 27,6% UMKM menunjukan peningkatan penjualan dan 72,4% lainnya penjualan stabil. Resepnya, strategi pemasaran digital.

Ekonomi digital menjadi hal penting dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ASEAN.

Dalam E-Conomy SEA 2019 Report yang dirilis Google, Temasek, Bain & Company disebutkan bahwa nilai sektor e-commerce di ASEAN diperkirakan akan terus tumbuh hingga mencapai US$300 miliar pada 2025.

“Oleh karena itu, kami merancang ide bisnis ‘go digital’ untuk UMKM di ASEAN berupa pembuatan website untuk memasarkan kerajinan tangan masyarakat ASEAN ke seluruh dunia,” ungkap Keista Puti Yesandi, mahasiswa program studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina dalam wawancara daring, Jumat 30 Juli 2021.

Ide bisnis tersebut, dipresentasikan oleh Keista dan tim pada akhir masa pertukaran pelajarnya di Malaysia Multimedia University (MMU), 17 Juli 2021.

Berkat inovasinya, Keista dan tim meraih juara pertama pada kategori Web/Mobile App for Business, dan juara tiga pada kategori Business Idea.

“Ajang ini dilaksanakan setiap tahun oleh MMU. Tahun ini, temanya Edutourism-Technopreneurship for Tomorrow. Dewan jurinya adalah para dosen dari MMU dan kampus mitra MMU di ASEAN,” pungkas Keista.

Melalui inovasi ini, Keista dan tim berharap bisa membantu meningkatkan pendapatan para pengrajin di wilayah ASEAN.

Mengingat, penjualan digital untuk cendera mata khas negara ASEAN masih jarang dijumpai.

“Dalam laporan, kami memproyeksikan keuntungan yang didapat berkisar 15 persen bagi masing-masing UMKM."

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler