Presiden RI Resmikan Pabrik Hot Strip Mill 2 Krakatau Steel

Kamis, 23 September 2021 08:20 WIB

Share
Presiden RI Resmikan Pabrik Hot Strip Mill 2 Krakatau Steel
Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel. /Dok. Bumn.go.id

INFO BUMN - Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon. Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN RI Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara RI Pratikno, dan Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia menghadiri langsung peresmian ini mendampingi Presiden RI Joko Widodo.

Kunjungan Presiden RI Joko Widodo diawali plant visit dengan melihat proses produksi HRC, menyempatkan masuk ke Control Room, dan berdiskusi mengenai kecanggihan dari sistem otomasi pabrik HSM 2.

Di dalam diskusi saat plant visit Presiden RI Joko Widodo menyampaikan perhatiannya akan penghematan devisa dan perbaikan neraca perdagangan yang bisa diupayakan oleh industri baja nasional.

Plant visit ini dilanjutkan juga dengan penandatanganan produk Hot Rolled Coil (HRC) produksi pertama yang memiliki ketebalan 1,4 mm oleh Presiden RI Joko Widodo.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya menyatakan bahwa walaupun di masa pandemi, proses transformasi BUMN terus dilakukan untuk menjadi BUMN kelas dunia, semakin profesional, kompetitif dan menguntungkan. Proses transformasi BUMN yang dilakukan adalah mulai dari restrukturisasi di BUMN, pembentukan holding dan sub holding hingga pembentukan klaster-klaster industri strategis.

“Krakatau Steel saat ini sudah semakin sehat dan produksinya semakin lancar. Industri ini sangat strategis, oleh karena itu saya memberikan perhatian khusus untuk industri baja ini. Produk yang dihasilkan dibutuhkan oleh industri lain, sehingga nantinya peningkatan kapasitas industri baja akan dapat mengurangi impor dari negara-negara lain."

"Industri baja juga merupakan salah satu pilar penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia karena konsumsi baja kita sangat besar, jangan dibiarkan ini dimasuki oleh produk-produk dari luar,” jelas Presiden RI Joko Widodo

Pabrik HSM 2 ini menggunakan teknologi modern dan terbaru di industri baja. Hanya ada dua di dunia industri baja yang menggunakan teknologi tinggi ini, yaitu di Amerika Serikat dan di Indonesia yaitu di Krakatau Steel. Pabrik HSM 2 dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun ini menghasilkan produk HRC.

Dengan ditambah kapasitas Pabrik HSM 2 yang merupakan pabrik pertama di Indonesia yang menghasilkan produk baja HRC kualitas premium, maka produksi HRC Krakatau Steel menjadi berkapasitas total 3,9 juta ton per tahun. Dengan beroperasinya pabrik HSM 2 diharapkan dapat menekan impor produk baja di Indonesia sehingga dapat menghemat devisa negara.

“Saya berpesan agar hasilkan produk baja berkualitas agar dapat memenuhi kebutuhan dunia industri di negara kita dan saya yakin akan dapat menjadi komoditas yang bersaing di pasar regional maupun global. Terus kita dukung pelaku industri baja dan besi, mendukung BUMN kita agar menjadi profesional dan terus menguntungkan untuk mewujudkan Klaster 10 Juta Ton Industri Baja di Cilegon yang ditargetkan akan terealisasi di tahun 2025,” tegas Presiden RI Joko Widodo.

Halaman
1 2 3
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar