RDMP Balikpapan Gesit Kembangkan Terminal Lawe-Lawe

Senin, 11 Oktober 2021 11:02 WIB

Share
RDMP Balikpapan Gesit Kembangkan Terminal Lawe-Lawe
Pembangunan terminal crude oil di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara. /Dok. Bumn.go.id

HALLO INDONESIA - Dedikasi Pertamina dalam menyokong Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan dibuktikan melalui keberhasilannya mencetak milestones proyek.

Setelah sukses melakukan Lifting Alkylation Reactor Equipment pada bulan Agustus 2021, gerak cepat Pertamina kembali ditandai ekspansi pembangunan terminal crude oil di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Tak hanya fokus mengejar pembangunan jalur pipa lepas pantai (offshore) dan darat (onshore) sepanjang total 41 km, dua tangki raksasa dengan total kapasitas 2.000.000 barrel nantinya akan menjadi komponen penunjang Terminal Lawe-Lawe. 

Agresivitas Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Balikpapan dalam melakukan pengembangan Terminal Lawe-Lawe dilandasi oleh fungsi penting prasarana tersebut bagi RDMP Balikpapan.

Disebutkan oleh Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, Ifki Sukarya, Terminal Lawe-Lawe berperan sebagai area penerimaan, penyimpanan dan penyaluran minyak mentah ke kilang Pertamina di Balikpapan. “Dalam proyek RDMP Balikpapan ini kami membangun “Single Point Mooring” (SPM) berkapasitas 320 deadweight tonnage yang berfungsi menerima pasokan minyak mentah dari kapal tanker. Minyak mentah dari SPM akan disimpan di Terminal Lawe-Lawe dan disalurkan ke kilang Pertamina di Balikpapan,” jelas Ifki. 

Untuk menunjang proses tersebut, PT KPI Unit Balikpapan on track menggarap pembangunan fasilitas pipa darat dan lepas pantai dari SPM ke Terminal Lawe-Lawe dan dari Terminal Lawe-Lawe ke kilang Pertamina Balikpapan.

“Progresnya baik, termasuk untuk jalur pipa 20” onshore dari Penajam Station menuju Kilang Balikpapan yang ditargetkan bisa masuk ke proses penggelaran pipa bulan Oktober 2021”, ungkap Ifki. Jalur pipa offshore dan onshore sebesar 52” dan 20” dan sepanjang kurang lebih 41 km akan menghubungkan titik-titik penting mulai dari dari SPM, Pantai Tanjung Jumlai, Terminal Lawe-Lawe, Penajam Station dan Kilang Balikpapan."

"Semua pipa yang digunakan dalam proyek Lawe Lawe ini sudah buatan dalam negeri baik yang onshore maupun offshore, dan untuk capaian TKDN ditargetkan minimal di angka 30%.

Gerak cepat PT KPI Unit Balikpapan juga ditunjang dengan pembangunan dua buah tangki penyimpanan minyak mentah dengan total kapasitas 2.000.000 barrel.

Tangki ini menambah kapasitas tangki yang ada saat ini sebesar 5,6 juta barrel sehingga jumlah total kapasitas menjadi sebesar 7,6 juta barrel.

Halaman
Reporter: Admin Info Bumn
Editor: Admin Info Bumn
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar