Liwa Supriyanti Sebut Green Steel akan Jadi Trend Masa Depan
Selasa, 22 Maret 2022 08:14 WIB
Share
Green steel bisa menjadi trend pada 2022 dan masa depan. (Dok. Gunung Prisma)

INFO BUMN - Pengusaha baja kawakan, Liwa Supriyanti menyebutkan, green steel bisa menjadi trend pada 2022 dan masa depan. 

Indikasi terobosan metode dan percobaan proses produksi juga mengarah ke sana.

Konsumen dan pengusaha secara global bangkit kepeduliannya dengan transisi keberlanjutan dari Environmental, Social, and Governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola. 

Demikian, dinyatakan oleh perempuan yang menjabat sebagai Direktur perusahaan baja Gunung Prisma.

Oleh karena itu, metode produksi baja menggunakan hidrogen atau green steel mutlak diperlukan, meski saat ini ongkos produksinya masih tinggi. 

Namun harga hidrogen diperkirakan turun setengahnya dalam sepuluh tahun ke depan karena penurunan biaya produksi energi dari sinar matahari dan angin. 

Selain itu, bahan bakar yang sampai saat ini dipakai (fosil) biayanya akan naik karena berbagai disinsentif terhadap penggunaannya akibat mencemari lingkungan.

 “Green commitment Gunung Prisma menjadi sandaran dalam menyediakan baja sebagai material,” kata Liwa supriyanti dikutip dari situs resminya.

Perempuan yang telah berkecimpung selama 20 tahun di industri baja itu dengan posisinya sebagai direktur perusahaan dengan lingkup internasional (yang telah bekerja sama dengan 25 perusahaan Asia).

Dia ikut mbil bagian untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan upaya transformasi dari bahan bakar fosil ke green steel yang ramah lingkungan pada masa mendatang.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Info Bumn
Editor: Admin Info Bumn
Sumber: -