WNI di Sri Lanka dalam Kondisi Aman Meski Kerusuhan Masih Terjadi Akibat Krisis Ekonomi

Jumat, 15 Juli 2022 14:49 WIB

Share
WNI di Sri Lanka dalam Kondisi Aman Meski Kerusuhan Masih Terjadi Akibat Krisis Ekonomi
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha, (Dok. kemlu.go.id)

INFO BUMN - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) di Sri Lanka dalam keadan aman, menyusul kerusuhan yang masih terjadi akibat krisis ekonomi.

Meski begitu, Kemlu RI bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kolombo sudah menyiapkan berbagai rencana, jika krisis di Sri Lanka makin memburuk.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha, melalui keterangan tertulisnya, Kamis 14 Juli 2022.

"Tentunya sebagai langkah kontingensi, kita tetap mempersiapkan berbagai rencana jika terjadi eskalasi," kata Judha.

Berdasarkan catatan KBRI Kolombo, Judha mengatakan saat ini terdapat 340 WNI yang menetap di Sri Lanka. Mayoritas dari mereka adalah pekerja migran di bidang pariwisata dan konstruksi.

Judha menyatakan, tidak ada WNI yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di Sri Lanka. Kemlu juga menyarankan WNI tidak ikut terlibat demonstrasi.

Menyikapi situasi terakhir di Sri Lanka, kata Judha, KBRI Kolombo menyampaikan imbauan bagi WNI untuk membatasi perjalanan ke luar rumah selama berlangsungnya aksi unjuk rasa kecuali untuk keperluan mendesak.

WNI di Sri Lanka disarankan menghindari kerumunan massa dan wilayah-wilayah yang menjadi konsentrasi aksi unjuk rasa.

Judha mengatakan, KBRI telah memberi bantuan terhadap WNI yang paling terdesak.

Komunikasi secara intensif dengan WNI juga terus dijalin untuk memonitor kondisinya. WNI bisa menghubungi KBRI Kolombo apabila menghadapi permasalahan melalui sambungan hotline di nomor (94) 77 277 3123.

Sebelumnya, unjuk rasa besar-besaran berlangsung di Sri Lanka pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Massa menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Para pengunjuk rasa menduduki Istana Presiden, kediaman resmi Perdana Menteri, dan menguasai kantor sekretariat presiden yang terletak di Galle Face Green.***

Reporter: Admin Info Bumn
Editor: Admin Info Bumn
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar